KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH
NEGERI BANGIL
KABUPATEN
PASURUAN
Jl. Balai Desa Glanggang 3 A Beji
Telp (0343)742690 PO BOX 17 Bangil 67153
UTS
Genap
2015-2016
Mapel : Bahasa Indonesia Kelas,
Program : XI, MIA, IIS, IBB, IIA
Waktu : 45
menit
Cermati teks ulasan berikut untuk menjawab soal nomor 1 s.d 3!
Pagi hari
dalam sebuah ruang sekolah di Lhok Nga, desa kecil di Pantai Aceh,26 Desember
2004, Delisa berupaya khusyuk menjalankan praktek shalat di depan Ustad Rahman
dan Ustazah Nur yang mengujinya .Ibunya, Ummi salamah , bersama beberapa ibu
lainya menyaksikan dari luar jendela. Ucapan Sang Ustad sebelumanya agar dia
tetap fokus pada shalat meski apapun yang terjadi di sekeliling benar – benar
ditaati gadis kecil itu. Termasuk juga gempa yang mengguncang dan plafon atap
mulai berjatuhan. Bahkan ketika ustad Rahman dan guru penguji lain keluar dan
teriak panik ibunya tidak membuat
beranjak. Dia tetap membaca doa shalat yang dihafanya. Air bah tsunami pun
meluluhlantakkan tempat itu dan menenggelapkan delisa.
Film ini di
buka dengan beberapa adegan manis dua hari sebelum malapetaka itu. Delisa
tinggal bersama ummi dan tiga kakaknya, Fatimah, dan si kembar Aisah dan Zahra.
Abi usman, ayahnya, bekerja di sebuah kapal tengker asing nun jauh dari tempat
tinggal mereka. Delisa digambarkan sulit melakukan hafalan salat, dibangunkan
shalat subuh juga susah. Umminya sampai
menjanjikan sebuah kalung huruf “D” yang di belikan dari toko milik Koh Acan
,jika delisa lulus ujian praktik shalat. Seperti anak–anak kecil umumnya,delisa
senang bermain.
Film ini
menunuju sebuah ending apakah umminya selamat atau setidaknya ditemukan
tubuhnya. Hal ini juga begitu menggetarkan namun, apapun itu Delisa digambarkan
sebagai sosok yang ikhlas. Tentunya dia juga bertekad menuaikan janjinya
memyelesaikan hafalan shalatnya. ”Delisa shalat bukan demi kalung, tetapi ingin
shalat yang benar.”
Setelah
tsunami menghantam, Delisa diselamatkan seorang ranger (tentara) Amerika
Serikat bernama Smith. Sayang, kaki Delisa harus diamputasi. Dia juga
dikenalkan dengan Sophie, relawan asing lainnya yang simpati. Delisa juga tahu
bahwa ketiga kakaknya sudah pergi ke surge, Tiur Juga Ibunya serta ustazah Nur. Semua digambarkan dengan
surealis melintas sebuah gerbang di
lepas pantai menuju negeri dengan masjid
yang indah. Film yang
diangkat dari novel laris karya Tere
Liye ini merupakan film akhir tahun
sekaligus juga film menyambut
awal tahun 2012 yang manis. Cocok
diputar untuk menyambut peringatan
tsunami sekaligus juga hari ibu.
1.
Dari teks ulasan di atas yang merupakan
orientasi adalah .… (skor 10)
2.
Dari teks ulasan di atas yang merupakan
tafsiran isi teks adalah…. (skor 10)
3.
Dari teks ulasan di atas yang merupakan
evaluasi teks adalah…. (skor 10)
Cermatilah penggalan teks ulasan berikut
untuk menjawab soal nomor 4-5!
Habibie
& Ainun, Kisah cinta Romantik nan Klasik
Siapa yang tidak
mengenal Bapak Burhanuddin Jusuf Habibie? Beliau merupakan Presiden Republik
Indonesia ketiga yang menggantikan presiden sebelumnya, yaitu Bapak Soeharto. Habibie
memimpin Indonesia saat Indonesia berada di ujung tanduk. Krisis moneter sedang
menjerat perekonomian Indonesia kala itu. Habibie sebagai sosok yang dianggap
memiliki kecerdasan di atas manusia normal bahkan genius sekalipun harus
memikul beban yang sangat berat guna menyelesaikan permasalahan bangsa kala
itu. Ditambah lagi, terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat Indonesia.
Mantan Menteri Riset dan Teknologi itu pun hanya menjabat sebagai presiden
selama sekitar 1,5 tahun saja.
4.
Rangkuman yang tepat teks tersebut adalah…. (skor 15)
5. Isi penggalan
teks ulasan tersebut adalah…. (skor 15)
Tangkuban Perahu
Beberapa tahun
kemudian Sangkuriang bertemu kembali dengan Dayang Sumbi yang tetap muda dan
cantik. Mereka saling jatuh cinta. Dayang Sumbi kemudian mengetahui bahwa
pemuda itu tak lain adalah anak kandungnya. Maka Dayang Sumbi mencari akal agar
Sangkuriang membuat karya, antara lain membuat perahu. Sangkuriang tidak dapat
menyelesaikan pekerjaannya. Sangkuriang pun marah dan perahu ditendangnya hingga
terbalik, yang konon menjadi Gunung Tangkuban Perahu
6. Nilai moral
yang terkandung dalam penggalan cerita tersebut di atas adalah….. (skor
15)
Cermati penggalan cerita berikut
!
“Penduduk kampung ini,” kata sutan Duano lebih dari
empat ribu orang laki-laki dan perempuan. Kalau mereka kita ajak bergotog
royong mengangkut air danau, sawah-sawah yang telah ditanam itu akan tertolong.
Mereka bias dibagi dalam sepuluh regu. Dengan demikian,setiap orang hanya akan
bergotong royong sekali sepuluh hari saja. Dengan orang yang sebanyak itu,
pekerjaan tidak akan lama benar. Paling
lama tiga jam dalam sehari.”
7. Unsur yang dominan dalam penggalan cerita di
atas adalah….. (skor 10)
Cermati
penggalan cerita berikut!
…. Perempuan sekarang
hendak sama haknya dengan kaum laki-laki. Apa yang hendak disamakan? Hak
perempuan ialah mengurus anak suaminya, mengurus rumah tangga. Perempuan
sekarang Cuma meminta hak saja pandai. Kalau suaminya pulang dari kerja, benar
ia suka menyambutnya, tetapi ia lupa mengajak suaminya duduk, biar
ditanggalkannya sepatunya. Tak tahukah perempuan sekarang kalau dia bersimpuh
dihadapan suaminya akan meninggalkan sepatunya, bukankah itu setia? Apalagi hak
perempuan, selain dari member hati pada laki-laki?
8. Amanat yang terkandung dalam penggalan cerita tersebut
adalah…. (skor
15)
pak yg ini ta soal uhnya ? ini kan soal uts kemarin
BalasHapus. atiyah 11 iis2 manba